Senin, 13 Januari 2014

DKI Targetkan Punya 25 Bus Tingkat Tahun Ini

DKI Jakarta- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menargetkan untuk dapat memiliki hingga 25 bus tingkat wisata tahun ini. 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan sebanyak lima unit bus tingkat wisata telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak Senin (13/1/2014) malam. 
"Bus yang datang pada tahap pertama ini sebanyak 5 unit. Di tahun 2014, kita sudah usulkan pengadaan sampai 20 unit," kata Arie, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/1/2014).

20 unit bus tingkat wisata itu telah diusulkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2014. Tiap busnya dianggarkan sebesar Rp 3 miliar. Sehingga, pagu anggaran yang disediakan untuk lima unit sebesar Rp 17,5 miliar. 
Apabila usulan itu tidak disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, maka Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan meminta bantuan perusahaan swasta dalam pemberian coorporate social responsibility(CSR). 
Arie mengharapkan perusahaan swasta dapat menambah 20-40 unit bus tingkat wisata. Tak hanya itu, pengadaan bus tingkat wisata di tahun 2014 juga akan dilaksanakan dengan menggunakan e-catalog. 
"Sehingga tahun ini minimal ada 50 bus keliling Jakarta, akan menarik sekali. Jakarta akan berubah suasananya," ujar Arie. 

Sebanyak lima unit bus tingkat wisata itu telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada pukul 22.00 WIB dan baru diturunkan pada pukul 08.30 WIB Selasa ini. 
Double decker itu akan melayani wisatawan domestik dan mancanegara berkeliling objek wisata dengan gratis. Melalui bus tingkat wisata itu, ia mengharapkan icon wisata Jakarta berbeda dari kota lainnya. Desainnya pun dibuat menarik dan unik apabila dibandingkan dengan jenis bus sedang lainnya. 
Desain bus tingkat itu sengaja dibuat dengan warna mencolok agar menarik para wisatawan. 
Setelah turun dari Pelabuhan Tanjung Priok, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta akan melengkapi dokumen di Bea Cukai. Kemudian, akan dilakukan pula uji kelaikan pada semua bus tingkat wisata itu. Setelah semuanya selesai, rencananya pada Jumat atau Sabtu ini akan dipamerkan di Bunderan Hotel Indonesia.

Bus Tingkat Wisata Bakal Dipamerkan di Monas

Sebelum dioperasikan, lima bus tingkat wisata yang didatangkan dari China akan dipamerkan kepada warga di Jakarta. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, bus itu akan dipamerkan di ruang terbuka.
"Begitu sampai, nanti bus itu akan berputar-putar di jalur yang bakal dilalui," kata Arie saat dihubungi di Jakarta, Kamis (9/1/2014).
Ia mengatakan alternatif lain pameran bus itu di Monumen Nasional maupun Bundaran Hotel Indonesia. Bus itu sedianya datang pada hari ini. Namun, kata Arie, pada saat pengiriman, bus tingkat tersebut sempat mengalami kendala di pelabuhan Hongkong. Bus akan tiba di Jakarta pekan depan.
"Sempat tertahan di pelabuhan Hongkong karena faktor cuaca. Kita berencana, tapi susah juga kalau melawan alam," katanya.
Dalam pengoperasiannya, bus tingkat tersebut tidak akan melintasi jalur bus transjakarta. Hal itu dikarenakan spesifikasi bus telah dirancang agar memudahkan penumpang difabel. Semua pintu untuk penumpang berada di sebelah kiri.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan tiga rute alternatif untuk bus-bus wisata itu. Ketiga rute itu adalah Blok M-Monas, Bundaran HI-Tanah Abang, dan Monas-Kota Tua.
Bus-bus berwana kuning-biru itu dibeli dengan harga Rp 3 miliar per unit. Semuanya dibeli dengan dana APBD DKI. Bus tingkat wisata akan beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

Desain Bus Tingkat Wisata Jakarta Dibuat Beda dan Unik

Jakarta segera memiliki bus tingkat wisata atau double decker. Lima unit bus tingkat wisata akan didatangkan khusus dari China untuk memenuhi kebutuhan turis domestik dan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, desain double decker dibuat oleh tim kreatif dari dinasnya. Bus itu didominasi warna ungu di bagian bawah dan hijau muda di bagian atasnya. Lengkap dengan tulisan "Wisata Keliling Ibukota!" dan "City tour Jakarta". Huruf R dan J dalam kalimat city tour Jakarta dibuat menyambung jadi satu.
Tak hanya itu, double decker juga memiliki gambar-gambar Monas, ondel-ondel, patung Pancoran, patung selamat datang, dan lainnya. "Warnanya sengaja kita buat berbeda agar khas. Kalau merah kan warna transjakarta, oranye metromini, hijau kopaja, ya ini kita buat ungu kombinasi," kata Arie kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/1/2014).
Double decker Jakarta berbeda dari bus tingkat di London, Inggris. Atap paling atasnya dibuat tertutup tidak terbuka sebab iklim Jakarta berbeda dari London. Di samping itu, faktor kesehatan menjadi unsur penting yang menjadi pertimbangan.
Beberapa fasilitas yang dimiliki double decker Jakarta meliputi kapasitas tempat duduk 40 orang, pendingin udara, pengeras suara lengkap dengan petugas pemandu. Menurut rencana, bus tingkat tersebut tidak akan melintasi jalur transjakarta. Hal itu dikarenakan spesifikasi yang ada memang direncang ramah bagi para penyandang disabilitas. Semua pintu untuk penumpang berada di sebelah kiri.
"Di bus wisata itu tidak boleh berdiri, duduk semua. Kaca-kacanya juga sengaja dibuat lebar, supaya turis bisa untuk melihat langsung lansekap kota Jakarta," kata Arie.
Bus ini akan berkeliling ke sejumlah tempat wisata, sekaligus tempat-tempat yang menggelar acara secara rutin. Untuk rute bus tingkat wisata, Disparbud DKI Jakarta tidak melakukannya sendiri. Mereka berkoordinasi dengan Asita (Asosiasi Travel Agency). Rute-rutenya akan berorientasi kepada pasar. Misalnya, berhenti di destinasi-destinasi wisata Jakarta, seperti Monas, museum, Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), maupun aset kesenian Pemprov DKI lainnya.
Tak hanya berhenti di objek wisata, bus tingkat itu juga akan berhenti di beberapa objek perbelanjaan, seperti Blok G Tanah Abang, Ratu Plaza, dan Sarinah. Adapun ketiga rute yang telah disepakati yakni Blok M-Monas, Bundaran HI-Tanah Abang, dan Monas-Kota Tua. Arie mengharapkan melalui double decker ini, Jakarta diklaim menjadi kota pariwisata yang memiliki produk pariwisata yang baik, diiringi dengan promosi yang maksimal.
Mundur dari target
Sedianya, double decker ini akan datang di akhir Desember 2013. Namun, karena satu dan lain hal, target itu mundur lagi menjadi Kamis (9/1/2014) kemarin. Akan tetapi, lagi-lagi kedatangan bus itu tertunda hingga pekan depan. Faktor cuaca di pelabuhan Hongkong menjadi kendala pengiriman lima double decker dari China.
Segera setelah tiba, bus-bus ini akan diurus surat-suratnya dan uji kelaikannya sebelum bisa beroperasi. Bus-bus itu juga akan dipamerkan di ruang terbuka. Misalnya, seperti di Monas atau di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Ikon wisata
Bus tingkat wisata direncanakan menjadi ikon baru wisata kota Jakarta. Beberapa festival rakyat, seperti Jakarta Night Festival dan Jakarnaval, telah menjadi ciri khas kota Jakarta. Semua itu, kata Arie, merupakan investasi pemerintah. Pemprov DKI Jakarta harus dapat bersaing dengan kota-kota lainnya di Indonesia maupun dengan kota di negara lain. Selama ini, program pariwisata seperti tur kota di Jakarta baru diadakan sesuai pesanan. Nantinya, akan ada program-program yang diadakan secara tetap.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2013, anggaran pengadaan lima double decker mencapai Rp 17 miliar. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki keinginan agar Jakarta dikunjungi hingga 5 juta wisatawan. Sementara saat ini baru sekitar 2,1 juta orang per tahunnya.
"Saya optimistis, dengan dukungan pak Gubernur yang sangat melek pariwisata, target itu bisa tercapai dalam tiga sampai lima tahun mendatang," kata Arie.

Lima Bus Tingkat Wisata Siap Berkeliling Jakarta!

Jakarta - Sebanyak lima unit bus tingkat wisata siap beroperasi berkeliling Ibu Kota. Bus-bus yang didatangkan dari China tersebut telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (13/1/2014) pukul 22.00. 

"Kelima bus ini akan melayani warga DKI Jakarta maupun turis secara gratis," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta Arie Budhiman, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (14/1/2014). 

Setelah keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok, bus-bus ini akan melalui beberapa proses. Terlebih dahulu, akan dilakukan clearance document di Bea dan Cukai. Kemudian, diuji kelaikannya sebelum bisa beroperasi. Jika semua bus itu dinyatakan aman dan laik beroperasi, maka siap dipamerkan kepada publik. 

Rencananya, lima bus tingkat wisata tersebut akan dipamerkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk menjadi ikon baru wisata kota Jakarta. 

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2013, anggaran pengadaan lima double decker mencapai Rp 17 miliar. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki keinginan agar Jakarta dikunjungi hingga 5 juta wisatawan, sementara saat ini baru sekitar 2,1 juta orang per tahunnya. 

"Saya optimistis dengan dukungan Pak Gubernur yang sangat melek pariwisata, target itu bisa tercapai dalam tiga sampai lima tahun mendatang," kata Arie. 

Pantauan Kompas.com, lima bus tingkat wisata didominasi warna ungu di bagian bawah dan hijau muda di bagian atasnya. Lengkap dengan tulisan "Wisata Keliling Ibukota!" dan "City Tour Jakarta". Huruf R dan J dalam kalimat "City Tour Jakarta" dibuat menyambung jadi satu. 

Tak hanya itu, bus tingkat wisata juga bergambar Monas, ondel-ondel, patung Pancoran, patung selamat datang, dan lainnya. Warna bus tingkat wisata sengaja dibuat berbeda agar memiliki ciri khas tersendiri. Sebab, warna merah telah menjadi trademark transjakarta, oranye metromini, dan hijau menjadi ciri khas kopaja

0 komentar:

Posting Komentar